Catatan Seorang Blogger
Alhamdulillah wassholatuwassalam ‘ala rosuulillah
Tadi abu liat liat blognya pakt aufikurahman. ada tulisan yg menurut abu sih bagus, hehe.. check this out.. ini link nya
www.ardee.cmsku.org
Taufikurahman-Abu Syauqi untuk Kota Bandung
Kemarin
adalah hari yang bersejarah buatku. Pertama, karena kemarin adalah hari
deklarasi pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bandung yang diusung
oleh PKS. Kedua, karena ada ‘deklarasi yang lain’ di GOR Citra Arena
Cikutra itu (*halah* deklarasi…). Hmmm… kita simpan saja dulu ceritanya
untuk nanti. Yang terpenting adalah moment utama dari kehadiran kader
dan simpatisan PKS disana, yaitu pengumuman siapa yang akan mendampingi
Dr. Taufikurahman sebagai Calon Wakil Walikota Bandung periode
2008-2013.
Saya yakin tidak hanya
saya yang berdebar-debar menanti siapakah orangnya yang akan mengemban
amanah berat sebagai Cawawalkot PKS tersebut. Format acara pun bisa
dikatakan agak diplot surprise. MC yang berada didepan membuat para
hadirin penasaran dan menerka-nerka siapa orangnya. Saat MC menunjuk
kearah audience tersebut, beberapa ‘cawawalkot bayangan’ terlihat
melambai-lambai dari beberapa sisi, membuat audience semakin penasaran.
Beberapa saat kemudian akhirnya barulah MC mengumumkan nama Dedi
Triesnahadi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Syauqi. Takbir segera
bergemuruh memenuhi ruangan GOR.
Setelah
penantian dan musyawarah yang alot di internal partai ini, akhirnya
terpilihlah ustadz Abu Syauqi pada dini hari, tanggal 22 Juni 2008.
Yang bersangkutan pun cukup kaget saat menerima telepon dari Pak Haru
(Ka DPD PKS Bandung). Meskipun secara resmi mengundurkan diri sebagai
simpatisan beberapa waktu sebelumnya, ternyata tidak menghalangi
musyawarah untuk menetapkan pendiri rumah zakat ini sebagai pendamping
pak Taufik. Satu hal inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan
barisan PKS. Mereka bukan memilih orang-orang yang bernafsu menggapai
kekuasaan dengan cara apapun, melainkan figur tawadhu yang secara
individu menolak kekuasaan tersebut namun jika ternyata kehendak
jama’ah ini menentukan dirinya harus mengemban amanah tersebut, maka ia
dengan lapang dada siap mengemban amanah tersebut.
Saya
pribadi melihat kombinasi Taufikurahman dan Abu Syauqi merupakan
perpaduan yang tepat. Dr Taufik dengan latar belakang kepakaran dan
Akademisinya cocok menjadi figur konseptor kebijakan. Disamping itu,
eksistensinya sebagai seorang blogger juga menjadi nilai lebih dalam
masalah kritisisme dan kepekaan terhadap fenomena sosial yang ada dalam
masyarakat. Adapun Abu Syauqi dengan latar belakangnya sebagai pendiri
Rumah Zakat adalah sosok praktisi di bidang sosial kemasyarakatan.
Pengalamannya dalam mengemban amanah pengelolaan dana umat bagi saya
pribadi merupakan jawaban dari masalah korupsi yang selama ini telah
mengakar di birokrasi kita. Konsep yang dibawa islam dalam pengelolaan
dana umat semoga juga dapat diaplikasikan dalam pengelolaan APBD kota
Bandung, sehingga masyarakat bisa lebih merasakan secara utuh alokasi
anggaran tersebut.
Menyoroti kedua
figur ini, kita juga akan menemukan bahwa mereka berdua berasal dari
komunitas yang memegang nilai keagamaan secara kuat. Pak Taufik
menghabiskan masa kuliah S1 dan S2 di lingkungan masjid Salman. Sebuah
masjid yang dicatat sejarah sebagai masjid kampus pertama dan serta
pembinaannya yang fenomenal dalam event LMD (Latihan Mujahid Dakwah)
yang telah melahirkan tokoh-tokoh nasional sekelas Al-Hilal
Hamdi (mantan Menaker), Hatta Radjasa (Menristek), Husni Thamrin
(anggota DPR dari Golkar), Irfan Anshari (anggota DPRD Jabar), Alimin
Abdullah (Bendahara PAN) dll. Selain itu beliaupun sejak dekade ‘90-an
telah dikenal di komunitas ISNET, komunitas netter tertua indonesia
yang banyak berisi aktivis muda islam. Sedangkan Ust. Abu Syauqi sejak
1998 telah dikenal sebagai seorang dai muda bandung. Ia bersama dengan
pengajian majlis ta’lim Ummul Quro berinisiatif untuk mendirikan Dompet
Sosial Ummul Quro (DSUQ) yang bertujuan mengelola dana umat dari zakat,
infaq, shodaqoh dan wakaf secara lebih profesional dengan
menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan
pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran program unggulan . DSUQ inilah
yang kemudian hari bertransformasi menjadi Rumah Zakat Indonesia.
Pantas
bagi kita untuk menaruh harapan besar pada pasangan ini untuk dapat
menjadi pengusung perubahan bagi ibukota Jawa Barat yang semakin hari
semakin semrawut dengan segala masalahnya. Tentunya tidak sekedar
menaruh harapan kemudian menonton perkembangan yang terjadi. Kemenangan
tidak akan datang dengan sendirinya. Butuh aksi dan kontribusi riil
dari kita semua agar perubahan dikota bandung dapat terwujud. Langkah
paling dekatnya adalah bergabung dengan barisan pendukung
Taufikurahman-Abu Syauqi dan berkontribusi dengan apapun yang kita
punya. Maka dari itu saya menyatakan siap untuk memberdayakan blog ini
semaksimal yang saya bisa untuk mengkampanyekan pasangan ini. SAYA
MENDUKUNG TAUFIK-ABU SYAUQI, BAGAIMANA DENGAN ANDA?