Ciptakan Lingkungan Kerja yang Menguatkan Keimanan

 

Kemajuan
tidak akan datang dengan sendirinya dihadapan kita, perlu usaha dan
kerja keras untuk mewujud­kannya. Setidaknya ada 3 komponen tonggak
kemajuan ummat :

 

 

 

Pertama,
Al Iman Al-amiiq : Keimanan (Ke­ya­­kinan) yang Mendalam. Sebuah
komuni­tas atau perusahaan akan menga­lami kemaju­an besar manakala
semua SDM yang ada dida­lamnya memiliki keyakinan yang mendalam.

 

 

 

Bagi Muslim, prinsip ini erat kaitannya dengan aqidah sedang dalam konteks bis­nis profesional ”keyakinan” adalah visi
dan knowledge. Ketika semua elemen ang­gotanya memiliki kemantapan
orientasi dan wawasan memadai sesuai dengan peran dan fungsi yang
diamanahkan kepadanya maka satu tonggak kemajuan bagi komu­nitas
tersebut sudah terpancang.  

 

 

 

Ilmu
pengetahuan dan keluasan wawasan sangat membantu ketajaman analisis
atas fakta-fakta yang terjadi sehingga membe­rikan nilai lebih pada
kemampuan mem­prediksi masa depan. Krisis ekonomi yang menimpa Amerika
misalnya, banyak peng­amat sudah mem­prediksikannya semenjak awal abad
19 lalu, dan realitasnya krisis itu benar-benar terjadi. Tidak perlu
dukun untuk meramalkan kondisi ini. Kesalahan manusia adalah tidak
mampu melihat gejala yang terjadi di dunia dan mengikuti ayunan­nya. Informasi
adalah yang utama dalam peperangan siapa yang mampu melihat dan
mengantisipasi akibat dari informasi yang akurat. Keyakinan yang kuat
terlahir dari pengetahuan yang memadai.

 

 

 

Kedua, Almatin Alhuluq : Keluhuran Budi. Tonggak
selanjutnya dalam mewujudkan kemajuan ummat adalah faktor keluhur­an
budi, kesalehan sosial yang harus dimi­liki setiap elemen yang terlibat
didalam­nya. Keluhuran budi ini akan melandasi interaksi para
anggotanya sehingga produktivitas yang tinggi juga tercapai dengan pola
interaksi yang baik.

 

 

 

Kelu­hur­an
budi akan menghilangkan pra­sangka yang tidak perlu ketika menjalan­kan
tugas masing-masing. Tumbuhnya rasa saling percaya yang tulus dan
ketegu­han menjaga kepercayaan yang diberikan mitra kerjanya dalam
mencapai tujuan bersama.

 

 

 

Ketiga, Assihat Al-iqtishadiyah : Kesehat­an Finansial. Faktor
finansial meme­gang peran­an penting dalam menopang kema­ju­an ummat.
Ketika sebuah komunitas menga­lami gangguan signifikan dalam kondisi
finansial maka usaha mencapai kemajuan akan terhambat.

 

 

 

Sudah
menjadi rahasia bersama jika setiap karya yang dilahirkan harus
didukung kekuatan finansial untuk menjalankannya. Finansial bukan yang
utama tapi kita tidak bisa mengecilkan peran yang dimilikinya. Melihat
pentingnya peran tersebut sudah selayaknya bagi mereka yang
menginginkan kemajuan harus memiliki pengelolaan finan­sial yang juga
baik. Kesehatan finansial tidak identik dengan berlimpah, tapi
bagaimana kita mengoptimalkan nilai dari sumberdaya finansial kita
untuk mencapai kemajuan. Bisa saja sebuah rencana kerja yang didu­kung
kekuatan finansial melimpah akan gagal mencapai tujuannya, yang penting
dalam pengelolaan keuangan adalah penen­tuan prioritas pembiayaan guna
mencapai tujuan yang ditetapkan.

 

 

 

Ketiga
tonggak kemajuan ummat ini harus dijalankan secara terintegrasi tanpa
meng­abaikan satu tonggal lainnya. Saatnya kita mulai dari lingkungan
terdekat termasuk dalam usaha kita. Mari ciptakan lingkungan kerja yang
produktif dan semakin mampu menguatkan keimanan.#

   

Leave a Reply