Globalisasi= Menyikapi Perubahan, Siapkan Pertahanan

 

Harga minyak dunia yang
kian meningkat, revolusi era informasi yang kian dahsyat, gelombang
mobilitas sosial yang menguat, isu resesi ekonomi global yang juga
menyeruak menyebabkan banyak diantara kita yang menggugat.

 

 

 

Menggugat tentang hidup yang terasa sema­kin sulit, menggugat karena persaingan menuntut resolusi diri yang rumit. Menggu­gat, menggu­gat, dan menggugat sekaligus juga berharap cara dan jalan penyelesaian yang tepat.

 

 

 

Menggugat dalam konteks kesadar­an
tentang diri kita yang perlu banyak perbaik­an menyangkut seluruh aspek
sebagai seorang individu, itu perlu! Yang harus dijalani selan­jutnya
adalah bagaimana kita mena­paki setiap tahapannya sehi­ng­ga bisa
berhasil, sukses, menjadi pemenang, atau apa pun istilahnya, yang
jelas: bertahan.

 

 

 

Ilmu,
ilmu adalah kunci per­tama bagi kita un­tuk menyi­bak tirai pembatas
antara kita dengan dunia luar yang bergerak begitu revolutif bah­kan
bisa dika­takan radikal, karena setiap detik peru­bahan (secara fisik
material maupun pemi­kiran) terjadi dengan pasti.

 

 

 

Dengan
ilmu kita akan memiliki wawasan dan cara pandang luas — tidak melulu
terkung­kung dalam persoalan pribadi yang sesungguh­nya proporsinya
relatif kecil — yang akan menghasilkan kemampuan untuk menyikapi semua
tantangan sesuai dengan kadar dan kon­teksnya, apa pun itu.

 

 

 

Usai
kita ‘awas’ akan apa yang terjadi pada diri dan dunia dengan semua
kompo­nennya maka saatnya untuk mulai memahami. Mulai dari memahami
posisi diri kita sekarang, apa yang sudah dicapai, apa yang menjadi
harapan ke depan, potensi apa saja yang telah – akan – dan harus
dimi­liki untuk mewujudkan semua visi dan cita-cita tadi. Berawal dari
sini kita dapat me­rintis proses menggambar vision board, yang di
dalamnya memuat berbagai visi dan cita dalam rentang waktu lebih
mengerucut sesuai dengan ‘tera­wang’ kita bagaimana seharusnya keadaan
di masa depan.

 

 

 

Pengorganisasian
adalah tingkat selanjutnya dimana kita merajut semua teori, konsep,
serta pemetaan yang telah dibuat di dua tahapan sebelumnya.
Pengorganisasian yang baik akan menghasilkan gerak dan langkah terpadu
serta membuat kita tetap berada dalam koridor yang akan mengarahkan
pada pencapaian tujuan. Satu hal yang penting untuk diingat adalah
komit­men untuk menjalani prosedur yang sudah menjadi panduan baku
dalam organisasi yang kita bangun. Misalnya saja bagaimana mekanisme
dan komitmen kita dalam penggunaan dana pribadi, maka setiap pos harus
senantiasa terisi sesuai dengan rencana peruntukkan­nya. Dalam prinsip
saya, jangan terlalu mento­lerir banyak pengeluaran insidental, karena
di kemudian hari saat untuk mela­kukan hal ini akan datang dengan
sendirinya.

 

 

 

Tahapan
lain yang harus diingat adalah tentang mengisi ulang energi. Mengubah
(yang sudah ada) dan berubah (menjadi lebih baik) adalah sesuatu yang
memerlukan banyak tenaga, energi, dan waktu yang luar biasa. Maka
men­gisi ulang energi adalah sesuatu yang pasti, kita harus cari semua
sumber yang senantiasa memberikan pen­ce­rahan sebagai motor penggerak
mesin perju­angan. Allah dan kedekatan kita pada-Nya ada­lah bensin
dahsyat yang dapat mem­buat kita bertahan menjalani semuanya.

 

Ka­rena kesuksesan bukanlah hal yang sulit, na­mun juga tak semudah kita membayang­kannya.

 

 

 

InsyaAllah kita bisa!!!

   

Leave a Reply